Jumat, 18 Januari 2019

5 Cara Merawat Kulit agar Sehat dan Bersih


Merawat kulit secara rutin agar wajah terbebas dari minyak, komedo, dan jerawat sangat bermanfaat untuk mendapatkan kulit yang cantik dan sehat. Banyak remaja putri yang mengalami masalah tersebut sehingga mereka sangat membutuhkan perawatan kulit yang tepat. Kabar baiknya, artikel ini menjelaskan cara mudah dan efektif merawat kulit. Agar kulitmu selalu sehat dan terlihat menarik, mulailah dengan menyiapkan produk perawatan sesuai jenis kulit, mempelajari cara merawat kulit yang benar, dan memotivasi diri untuk merawat kulit setiap hari.



                  https://www.google.com/search?q=perawatan+kulit+remaja+berjerawat&safe

·         Basuhlah wajah setiap bangun pagi. Bersihkan wajah dari keringat dan minyak yang bertumpuk saat tidur malam dengan mencuci muka setiap pagi. Selain membantu menghilangkan kantuk, kulit wajah tidak terlihat mengilap di pagi hari. Jangan gunakan sabun untuk mencuci muka, kecuali sabun khusus untuk membersihkan wajah. Inilah kesalahan yang dilakukan oleh banyak remaja putri. Sabun yang biasa digunakan untuk mencuci tangan dan mandi bisa mengiritasi pori kulit sehingga timbul jerawat dan komedo! Untuk membersihkan muka, gunakan produk pembersih wajah atau air putih lalu keringkan dengan handuk yang lembut. Cara ini akan mengangkat kulit mati, minyak, dan kotoran sehingga wajah cukup bersih.

·         Oleskan pelembap bibir setelah menyantap sarapan pagi dan menggosok gigi.Cara ini sangat bermanfaat untuk kulit bibir yang pecah-pecah. Meskipun tidak bermasalah, oleskan pelembap agar bibir tetap lembut dan menarik.

·         Oleskan pelembap kulit tangan. Jika kulit tanganmu kering, oleskan krim di pagi hari, tetapi jangan terlalu banyak agar tanganmu tidak berminyak dan licin.

·         Selama berada di sekolah, jangan memikirkan perawatan wajah secara berlebihan. Jika wajahmu sangat berminyak, belilah tisu atau lembaran kertas khusus untuk menyerap minyak wajah yang dijual di toko kosmetik.
·         Ketahui bahwa malam hari adalah momen penting untuk melakukan perawatan kulit. Manfaatkan malam hari sebagai kesempatan untuk melakukan banyak hal bagi kesehatan kulit. Pertama, bersihkan kulit wajah dengan mengoleskan pembersih wajah untuk mengangkat kotoran, minyak, dan sumbatan pori. Pada umumnya, pembersih wajah mampu membersihkan dan mengelupaskan kulit 

Penjelasan diatas merupakan 5 cara yang dapat kalian gunakan untuk mendapatkan kulit yang sehat dan bersih.

Sumber::


kulitsehat.blogspot.com

Kamis, 17 Januari 2019

Keriput Di Usia Muda


Kulit keriput menyebabkan wajah menjadi tidak segar dan terlihat tua. Hal tersebut tentu sangat mengganggu penampilan dan mengurangi rasa percaya diri. Nah, parahnya lagi saat ini kulit keriput bukan hanya milik orang yang sudah tua saja. Sekarang ini banyak pula wanita dan perempuan muda yang memiliki kulit keriput. Kulit keriput juga bisa muncul diusia muda. Banyak sekali faktor yang mungkin saja menjadi penyebab kulit cepat keriput diusia muda.


Pada umumnya kerutan pada wajah akan mulai terlihat didaerah lingkaran mata. Nah setelah itu kerutan akan mulai melebar ke daerah pipi dan kulit wajah yang lain. Pada dasarnya keriput akan muncul seiring dengan penambahan usia. Namun seringkali kerutan di wajah juga dapat terjadi pada usia muda bahkan ada yang usianya masih dibawah 30 tahun. Berikut faktor penyebab kulit keriput di usia muda:
1.      Sinar matahari. Penyebab kulit keriput di usia muda yang pertama ialah karena wajah atau kulit bagian tubuh lain sering terkena paparan sinar matahari langsung. Sinar matahari yang baik bagi tubuh ialah sinar matahari sebelum pukul 09.00 pagi.
2.      Dehidrasi. Seperti kita ketahui bersama, air putih memiliki manfaat yang sangat baik bagi tubuh kita. Oleh karena itulah banyak pakar yang menyarankan agar kita mengkonsumsi minimal 8 gelas air per hari.
3.      Kosmetik. Kebanyakan produk kosmetik  tidak memiliki sertifikasi BPOM dan belum teruji kelayakannya. Nah, menggunakan kosmetik wajah yang tidak terpercaya dalam jangka panjang bisa menimbulkan berbagai efek samping yang merugikan seperti kulit keriput, iritasi, timbul bintik hitam, hingga penyakit serius seperti kanker kulit. Beberapa produk kosmetik bisa saja memberikan efek instant untuk membuat wajah lebih cantik dan bersih, namun ketika pemakaian dihentikan bisa saja wajah berubah kembali seperti semula.
4.      Pola hidup. Penyebab kulit keriput di usia muda yang kelima ialah kebiasaan buruk yang rutin dilakukan seperti merokok. Merokok ternyata bukan hanya membahayakan kesehatan organ dalam tubuh maupun orang-orang disekitar, namun juga bisa menyebabkan kesehatan kulit menjadi terganggu diantara kulit menjadi keriput sebelum waktunya. Katanya hal tersebut terjadi karena merokok dapat menghambat pasokan darah pada tubuh. Hal itulah yang akhirnya
menyebabkan wajah menjadi keriput di usia muda.


Nah hal di atas tersebut merupakan penjelasan mengenai faktor kulit keriput di usia dini, semoga bermanfaat.

Sumber::


keriputdini.blogspot.com

Rabu, 16 Januari 2019

Penyebab Kulit Kering


Kulit memang menadi hal penting bagi kita. Perawatan kulit menjadi hal yang tidak bisa kita tinggalkan, terutama bagi kaum hawa. Kesehatan kulit memanglah penting. Apabila menyangkut tentang kulit, kita akan menjadi sangat sensitif. Sekarang ini marak bermunculan berbagai macam penyakit kulit, tidak hanya penyakit kulit, gangguan kulit juga banyak, salah satunya kulit kering. Kulit kering sendiri terjadi disebabakan oleh beberapa faktor.


Berikut ini penyebab kulit kering yang mungkin terjadi pada diri Anda.
1. Kurang minum air putih
Tubuh membutuhkan asupan cairan yang cukup untuk menjaga kelembapan kulit. Semakin sedikit air putih yang Anda minum, maka kulit Anda pun juga akan semakin kering.
Terlebih bagi Anda yang sudah berusia 40 tahun ke atas, elastisitas kulit akan menurun sehingga kulit jadi lebih tipis dan kering.
2. Suhu panas
Paparan suhu panas yang terlalu lama merupakan penyebab kulit kering yang paling umum. Ini bukan hanya karena kelamaan berjemur atau beraktivitas di bawah terik matahari, tapi termasuk juga paparan suhu panas dari kompor, pemanas ruangan, atau mandi air panas sekalipun.
Suhu panas dan kering dapat menguapkan cairan dalam kulit sehingga membuatnya dehidrasi. Terlebih jika ini tidak segera diatasi dengan banyak minum air putih, maka kulit Anda jelas saja akan semakin kering.
3. Salah pakai sabun
Sabun yang biasa Anda pakai ternyata bisa menjadi dalang penyebab kulit kering, lho. Coba lihat di kemasannya, apakah mengandung surfaktan atau tidak?
Kebanyakan sabun mengandung surfaktan, yaitu senyawa kimia golongan keras yang memiliki pH basa. Meski dapat membersihkan kulit, kandungan surfaktan ini juga dapat menghilangkan minyak alami dalam kulit. Begitu kata Joshua Zeichner, MD, direktur kosmetik dan penelitian klinis di bidang dermatologi di Mount Sinai Hospital, kepada Reader’s Digest.
4. Keseringan cuci tangan
Kebiasaan cuci tangan memang baik untuk membunuh kuman dan mencegah kontaminasi silang. Akan tetapi kalau dilakukan terlalu sering, minyak alami kulit akan ikut luntur dan membuat tangan Anda terasa kering.
5. Obat jerawat dan retinol
Meski cukup ampuh mengatasi jerawat, krim atau salep yang mengandung retinol, asam glikolat, asam salisilat, dan benzoil peroksida bisa membuat kulit Anda jadi kering dan mengelupas.
6. Penyakit kulit
Penyebab kulit kering pada orang dewasa sering kali diawali dengan eksim yang berkembang di usia anak-anak. Selain itu, penyakit kulit lainnya seperti psoriasis juga memberikan dampak yang sama.

Sumber::

Selasa, 15 Januari 2019

Kulit Berminyak


Pada dasarnya tubuh tiap manusia memproduksi minyak untuk menjaga kesehatan dan kelembapan kulit. Namun produksi minyak yang berlebih bisa mengganggu penampilan serta memicu timbulnya jerawat.
Kulit berminyak dapat membawa pemiliknya melalui masa-masa sulit. Karena kelenjar sebase-anya yang terlalu aktif, menghasilkan sebum berlebih dan membuat wajah jadi mengkilap, wajah yang tampak berminyak dan masalah kulit seperti jerawat, komedo hitam dan komedo putih, pori-pori yang membesar atau tersumbat, dan lain-lain.
Penyebab utama seseorang memiliki kulit berminyak adalah faktor genetik masing-masing individu. Selain itu, faktor hormon juga menjadi penyebab utama Anda memiliki kulit berminyak, khususnya pada wanita. Hormon wanita diketahui sering berubah-ubah karena mereka mengalami menstruasi, hamil dan menopause.
Faktor lain yang menyebabkan kulit berminyak yaitu:
  • Kondisi fisik
  • Stres
  • Cuaca
  • Pola makan
  • Iritasi kulit
Bagi kalian yang memiliki kulit berminyak, jangan khawatir, kami disini memiliki beberapa tips untuk menjaga produksi minyak di kulit kalian agar tetap terkontrol.
1. Menjaga kebersihan wajah
 Salah satu cara yang telah dicoba dan diuji untuk mengontrol kelebihan minyak adalah dengan membersihkannya dan menjaganya tetap bersih setiap saat. Penting untuk membersihkan wajah sebanyak dua atau tiga kali setiap hari untuk membersihkannya dari akumulasi kotoran dan penumpukan minyak yang mengarah ke pori-pori tersumbat, jerawat, dan lain-lain.
2. Rajin scrubbing
Sangat penting untuk mengeksfoliasi kulit berminyak satu atau dua kali seminggu. Ini adalah salah satu tips kulit berminyak yang sangat penting. Kelebihan sebum yang diproduksi menyebabkan sel-sel kulit mati di permukaan kulit, menghasilkan jerawat, komedo putih, dan komedo hitam dan tentu saja kulit yang tampak kusam.

3. Maskeran

Setelah eksfoliasi, lanjutkan dengan masker wajah. Langkah mingguan tips perawatan kulit berminyak ini merupakan hal yang vital. Paket wajah atau masker yang mengandung tanah liat sangat baik untuk kulit berminyak karena bahan ini secara lembut akan menyerap minyak berlebih pada wajah.

4. Gunakan toner tanpa alkohol

Membersihkan wajah setiap hari dengan toner akan membantu menghilangkan kelebihan minyak dan membuang kotoran dari kulit yang masih tersisa bahkan setelah dibersihkan dengan cleanser. Perawatan kulit dengan air mawar adalah toner yang sangat bagus. Bahkan merek toner bebas alkohol di pasaran dapat digunakan untuk mengatur sebum.
5. Selalu gunakan pelembab
Berlawanan dengan kepercayaan populer, kulit berminyak membutuhkan pelembab dan hidrasi yang cukup. Mengupas kulit dari kelembapan hanya akan mendorong kelenjar sebaceous untuk memproduksi lebih banyak minyak. Oleh karena itu, pilihlah pelembab berbasis air yang bebas minyak dan tidak bersifat komedogenik.

 

Sumber::

 https://www.idntimes.com/life/women/sindy-tan/tips-kecantikan-untuk-kulit-berminyak-ini-wajib-kamu-tahu-c1c2/full

https://www.alodokter.com/solusi-wajah-bebas-kilap-meski-kulit-berminyak



Senin, 14 Januari 2019

Gangguan Kulit pada Bayi


Gangguan kulit adalah suatu kondisi yang terjadi ketika kulit teriritasi atau meradang dikarenakan reaksi alergi atau pori-pori yang tersumbat. Gangguan kulit terjadi tidak hanya pada orang dewasa saja, namun juga dapat terjadi pada bayi. Kulit bayi memang cenderung sensitif.
Masalah kulit pada bayi umumnya tidak membahayakan dan mudah ditangani di rumah. Berikut berbagai masalah kulit pada bayi yang paling umum terjadi.

1. Ruam popok
Ruam popok adalah masalah kulit pada bayi yang paling umum. Kondisi ini ditandai dengan iritasi kulit merah mengkilap dan terasa gatal di area bokong yang tertutup popok. Penyebabnya adalah karena popok basah atau jarang ganti popok. Gesekan antar kulit bayi dan bahan kain popok juga bisa menyebabkan ruam.
Ruam popok bukan kondisi serius, tapi jangan dibiarkan karena bisa berkembang menjadi infeksi jamur atau infeksi bakteri.
Cara mengatasinya:
Gunakan krim pelembab atau lotion yang mengandung zinc untuk meredakan ruam kulit, serta mencegah iritasi semakin parah.
Pastikan Anda menjaga area bokong bayi tetap kering untuk mencegah ruam popok muncul kembali. Biarkan bayi Anda sejenak tanpa menggunakan popok setelah bangun tidur.
Selain itu, pastikan juga popok bayi tidak terlalu ketat, tapi pas dengan bokong bayi.
2. Jerawat
                                                                   
Jerawat pada bayi biasanya muncul di pipi, hidung, atau dahi dalam waktu satu bulan sejak bayi lahir. Jerawat bayi bisa hilang dengan sendiri biasanya tiga sampai empat bulan setelah kemunculannya. Jadi, Anda tidak perlu khawatir karena jerawat hanya muncul sementara.
Cara mengatasinya:
Cuci wajah bayi Anda dengan air dan berikan pelembab khusus untuk mengatasi jerawat pada bayi. Hindari obat jerawat yang digunakan untuk anak-anak atau orang dewasa.
Selain itu, jangan mencoba untuk mencubit atau memecahkan jerawat bayi Anda, karena ini akan memperburuk kondisi jerawatnya.
Jika jerawat terus bertambah atau tidak hilang setelah tiga bulan, segera kunjungi dokter bayi Anda, untuk mendapatkan perawatan yang tepat.
3. Eksim

Eksim termasuk masalah kulit pada bayi yang paling sering terjadi. Eksim menyebabkan kulit bayi menjadi kering, merah dan terasa gatal. Biasanya eksim muncul di wajah bayi, siku, dada, atau lengan bayi.
Masalah kulit bayi ini umum terjadi karena reaksi alergi terhadap sabun, lotion, atau bahkan deterjen untuk mencuci pakaian bayi Anda.
Cara mengatasinya:
Eksim pada bayi tidak ada obatnya. Namun, umumnya dapat dikendalikan dengan baik dan sering akan hilang setelah beberapa bulan atau tahun. Perawatan yang paling efektif adalah untuk mencegah kulit menjadi kering dan gatal, serta menghindari pemicu yang menyebabkan kondisi kambuh.
Gunakan pelembab kulit untuk bayi untuk mengurangi kulit kering akibat eksim pada bayi dan menjaga kulit bayi tetap lembap.
4. Kulit kering

Kulit bayi kering hingga bersisik adalah masalah yang cukup umum terjadi. Beberapa bayi bahkan bisa sampai kulitnya mengelupas karena terlalu kering. Ada banyak hal yang bisa menyebabkan kulit bayi kering. Misalnya, suhu lingkungan yang panas kering atau justru terlalu dingin sehingga menyebabkan kulitnya kehilangan cairan.
Hal yang paling sering menjadi penyebab dari kulit bayi kering adalah mandi atau main air terlalu lama. Sabun mandi yang digunakan juga bisa jadi penyebab kulit bayi kering.
Cara mengatasinya:
Jangan mandikan bayi terlalu lama.
Setelah memandikan bayi, sebaiknya biasakan untuk mengoleskan pelembap untuk bayi agar kelembapan kulitnya terjaga. Pastikan juga si kecil mendapatkan cukup cairan.
Biasanya kuit kering pada bayi akan hilang setelah beberapa hari. Namun, jika kondisi ini menganggu atau membuat bayi tidak nyaman, segera diskusikan dengan dokter bayi Anda. Dokter akan memberikan perawatan yang tepat untuk kondisi ini.
5. Biang keringat

Biang keringat menyebabkan kulit bayi muncul bintik-bintik merah kecil dan gatal. Biasanya, biang keringat pada bayi muncul pada daerah kulit yang tertutupi dengan baju atau lipatan kulit, seperti pada punggung, leher, paha, dan lainnya.
Cara mengatasinya:
Biang keringat bisa menjadi tanda bahwa bayi Anda sedang kepanasan. Untuk mengatasinya, pilihlah bahan katun longgar untuk pakaian si kecil dan hindari bayi dari terik matahari yang bikin kepanasan.
Jangan gunakan salep atau krim untuk dioleskan pada kulit bayi yang mengalami biang keringat. Ini hanya akan membuat biang keringat semakin parah karena salep dan krim memerangkap kelembaban pada kulit. Alternatifnya, Anda bisa menggunakan krim hidrokortison 0,5% atas saran dokter jika biang keringat bayi sudah parah.




Sumber:: 
https://hellosehat.com/parenting/kulit-bayi/masalah-kulit-pada-bayi/

kulitbayisensitif.blogspot.com

Perawatan kulit mudah

    Kulit adalah organ terluar dan terluas yang melindungi tubuh. Kulit mencegah tubuh mengalami dehidrasi, infeksi, serta menjaga suhu tubuh tetap stabil. Kulit juga yang membuat Anda dapat merasakan dingin, panas, dan sakit, serta ikut memroses vitamin D dari sinar matahari.

    Kulit kering umumnya lebih tidak elastis dibanding jenis kulit lain. Kulit jenis ini juga cenderung terlihat kusam, berkerut, mudah gatal dan mengalami iritasi, kasar, dengan garis wajah yang lebih mudah nampak. Pajanan sinar matahari, perubahan cuaca, air panas, ataupun penggunaan kosmetik dapat memperparah kondisi ini.

Beberapa hal berikut dapat menjadi panduan cara merawat kulit kering.
  • Gunakan sabun dan produk pembersih dengan kandungan yang ringan. Hindari sabun deodoran.
  • Lebih baik ambil waktu singkat saat mandi.
  • Hindari melakukan scrub atau gerakan menggosok saat mandi.
  • Oleskan pelembap setelah mandi. Ulangi setiap kali kulit terasa kering.
  • Sebisa mungkin, kenakan sarung tangan saat menggunakan deterjen ataupun produk pembersih lain.
  • Usahakan agar suhu dalam ruangan tidak terlalu panas.
Kondisi kulit berminyak dapat berubah dari waktu ke waktu, tergantung pada beberapa hal seperti stres, kelembapan, keseimbangan hormon, dan pubertas. Tetapi jangan khawatir. Kulit berminyak dapat dirawat dengan beberapa cara berikut.
  • Gunakan produk perawatan kulit yang tidak menyumbat pori, yang dapat ditandai dengan label “noncomedogenic.”
  • Cucilah wajah setiap selesai berkeringat. Tetapi, dianjurkan tidak lebih dari dua kali sehari.
  • Hindari memencet jerawat yang muncul pada kulit, karena justru akan membuatnya lebih sulit hilang.
  • Hindari menggosok saat mandi dan pilih pembersih dengan kandungan lembut.
  
    Kulit sensitif biasanya sering ditandai dengan gejala gatal, terbakar, kering, dan kemerahan. Cara mengatasi gejala-gejala ini adalah dengan mengenali dan menghindari pemicunya. Di samping itu, hal-hal berikut dapat menjadi panduan cara merawat kulit sensitif:
  • Disarankan menggunakan pembersih berbahan yang bersifat lembut, hindari produk dengan kandungan alkohol, sabun, pewangi, dan asam. Produk dengan kandungan bahan alami seperti lidah buaya, kamomil, atau teh hijau dapat menjadi pilihan aman.
  • Pilih produk berlabel hypoallergenic dan berbahan dasar alami. Pilih juga produk yang mengandung sedikit kandungan. Makin sedikit bahan yang digunakan, berarti potensi kerusakan kulit sensitp berkurang.
Itu merupakan  tiga contoh perawatan kulit berdasarkan jenisnya.




Sumber::: https://www.alodokter.com/kulit-cermin-kesehatan-tubuhrawatmudahkulit.blogspot.com